Mengapa Dinamakan Surat Al-Fatihah?

Al-Fatihah menjadi pembuka dalam kitab suci Al-Qur’an. Al-Fatihah pula sebagai pembuka dalam bacaan sholat wajib maupun sunah.

Membaca Al-Fatihah merupakan bagian dari rukun shalat yang disepakati semua ulama. Tidak sah shalatnya bila tidak membaca surat Al-Fatihah. Sebagaimana hadits berikut:

Tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (HR Sittah)

Al-Fatihah dalam sholat,  dibaca usai doa Iftitah. Setelah disambut dengan “Aamiin” (“Aamiin” dalam sholat jahr biasanya didahului oleh imam dan kemudian diikuti oleh makmum), lalu membaca surah al-Qur’an (pada rakaa’at tertentu). Al-Fatihah yang dibaca pada rakaat pertama dan kedua dalam sholat, harus diiringi dengan surah lain al-Qur’an. Sementara ketika rakaat ketiga hingga keempat, hanya Al-Fatihah saja yang dibaca.

 

Surah ini disebut Al-Fatihah–yang bermakna pembukaan–karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran.

Surat ini juga disebut sebagai Ummul Qur’an, induk al-Quran sebab ia merupakan induk dari semua isi Al-Quran.

Surat ini disebut pula sebagai As Sab’ul matsaany, tujuh yang berulang-ulang karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang ketika sholat.

Surat ini disebut sebagai Al-Fatihah karena seluruh kandungannya apabila dipahami dengan baik dan benar hingga kita benar mendalaminya, maka isinya bisa membimbing kita membuka kebaikan-kebaikan dalam hidup ini yang telah dipersiapkan oleh Allah SWT.

Oleh sebab itu, jangan pernah merasa heran ketika ada di zaman Nabi Rasulullah SAW, seseorang terkena sengatan kalajengking. Sakit luar biasa di seluruh bagian tubuhnya. Tabib yang mengobati sudah angkat tangan, tidak mampu lagi mengobatinya. Lalu seorang sahabat Rasulullah SAW, dengan izin Allah SWT, membacakan surat Al-Fatihah, tak lama kemudian terbuka semua segala kesulitannya. Yang sakit terkena sengatan itu sembuh dari rasa sakitnya.

Dibaca satu kali, tidak menggunakan perantara apapun. Hal itu terjadi karena sahabat paham kandungan suratnya dan diamalkan. Maka ketika segala kebaikan yang tidak terbuka tadi menjadi terbuka.

Lihat Al-Fatihah Ayat 6 “ihdinaash shiraathaal mustaqiim” yang artinya tunjukilah kami jalan yang lurus.

Sumber : bersamadakwah.net

Add Comment